Review Charlie and the chocolate Factory
CHARLIE AND THE CHOCOLATE FACTORY
Mise en Scène adalah
semua elemen visual yang bikin layar jadi hidup, dari set, kostum, pencahayaan,
sampai penempatan aktor. Di "Charlie and the Chocolate Factory,"
elemenelemen ini menyulap dunia fantastis yang penuh warna dan membantu kita
memahami tema dan karakter.
a. Set dan Lokasi
Set yang dirancang dengan detail luar biasa menciptakan
suasana magis yang bikin kita melayang. Pabrik cokelat Willy Wonka jadi bintang
utama, dengan setiap sudutnya dirancang untuk memberikan pengalaman visual yang
bikin ngiler. Misalnya, ruang cokelat yang luas dengan sungai cokelat dan pohon
permen menciptakan dunia yang tidak hanya menggoda mata tetapi juga menggugah
selera. Perbedaan antara rumah Charlie yang sederhana dan pabrik Wonka yang
megah menyoroti tema perbedaan kelas sosial dan harapan. Setiap area di pabrik
punya karisma sendiri—ruang permen penuh warna, ruang kacang bergetar, dan
ruang es krim yang bikin kedinginan—semuanya memancarkan kreativitas Wonka dan
keajaiban dunia yang dia ciptakan. Ruang permen yang berwarna-warni enggak
hanya sedap dipandang, tapi juga bikin kita penasaran dan semangat! b. Kostum
Kostum karakter juga jadi bintang panggung dalam menyampaikan
makna. Charlie tampil sederhana dan bersih, mencerminkan latar belakangnya yang
miskin tapi berhati emas. Dia sering pakai baju yang sedikit usang, nunjukin
kondisi ekonominya. Sementara itu, karakter kayak Veruca Salt dan Augustus
Gloop tampil mencolok dan berlebihan, mencerminkan sifat mereka yang serakah.
Veruca, misalnya, tampil glamor dan berkilau, menunjukkan betapa dimanjakannya
dia. Kostum Willy Wonka, dengan topi tinggi dan jas berwarna cerah, merayakan
eksentrik dan keunikannya. Warna-warna cerah dan desain yang aneh bikin Wonka
terlihat kayak sosok yang enggak terikat norma. Kostum Oompa Loompa yang ceria
dan desain lucu juga menambah bumbu humor dan keajaiban di film ini.
c. Pencahayaan
Pencahayaan dalam film ini beragam dan menciptakan suasana
yang berbeda. Di rumah Charlie, pencahayaannya cenderung suram, menciptakan
rasa duka dan kekurangan. Tapi begitu masuk ke pabrik Wonka, pencahayaannya
cerah dan penuh warna, menciptakan suasana yang magis. Perubahan pencahayaan
ini menekankan transisi dari dunia nyata yang keras ke dunia fantasi yang penuh
harapan. Pencahayaan juga mengungkapkan emosi karakter. Saat Charlie menemukan
tiket emas, pencahayaannya jadi cerah dan hangat, menciptakan momen bahagia.
Sebaliknya, saat karakter lain menghadapi konsekuensi dari perilaku buruk
mereka, pencahayaannya menjadi gelap dan dramatis, menekankan ketegangan.
Sound
Suara dalam film ini mencakup
dialog, efek suara, dan musik. Semua elemen ini bikin pengalaman emosional
penonton semakin seru dan mendalami tema cerita. a. Dialog
Dialog dalam film ini sering diselipi humor dan
sarkasme, terutama dari Willy Wonka. Katakatanya yang cerdas dan kadang penuh
teka-teki menciptakan nuansa misterius. Misalnya, saat Wonka berbicara tentang
pabriknya, dia sering pakai bahasa yang bikin penasaran. Dialog antara
anak-anak dan orang tua mereka juga mencerminkan dinamika keluarga dan
nilai-nilai yang berbeda, seperti interaksi antara Veruca dan ayahnya yang
menunjukkan hubungan tidak sehat karena ayahnya selalu memanjakan tanpa
memikirkan akibat. b. Efek Suara
Efek suara dalam film ini bervariasi dan memperkaya
pengalaman visual. Suara gemericik air saat Charlie dan teman-teman berada di
sungai cokelat bikin suasana jadi ceria dan menggugah selera. Efek suara saat
karakter-karakter menghadapi konsekuensi dari tingkah laku buruk mereka juga
memberi dampak yang kuat, seperti suara ledakan atau suara aneh saat mereka
terjebak. Suara-suara ini tambah elemen realisme dan membantu membangun
ketegangan serta emosi dalam adegan. c. Musik
Musik yang digubah oleh Danny Elfman memberikan
nuansa khas yang mendukung suasana film. Lagu-lagu yang dinyanyikan karakter,
terutama oleh Oompa Loompa, enggak cuma menghibur, tapi juga menyampaikan pesan
moral tentang sifat buruk karakter lain. Musik ini jadi alat naratif yang
memperkuat tema dan emosi dalam cerita, dengan lagu-lagu Oompa Loompa yang
ceria namun lirik tajam menciptakan kontras menarik tentang konsekuensi dari
perilaku serakah.
Camera Work
Pengambilan gambar dalam film ini sangat kreatif dan
bikin penonton merasakan cerita dengan cara yang unik.
a. Pengambilan Gambar
Pengambilan gambar sering pakai sudut pandang yang
enggak biasa. Misalnya, saat memperkenalkan pabrik Wonka, kamera bergerak
dinamis, menciptakan rasa penasaran dan keajaiban. Sudut pandang rendah saat
melihat karakter kecil seperti Charlie dan Oompa Loompa memberi perspektif unik
dan menekankan perbedaan ukuran antara karakter dan dunia di sekitarnya, bikin
penonton merasa terhubung dengan pengalaman mereka. b. Gerakan Kamera
Gerakan kamera yang halus dan cepat menciptakan
ritme dinamis, terutama saat karakter bergerak di pabrik. Gerakan cepat saat
karakter mengalami momen dramatis atau lucu membantu meningkatkan ketegangan
dan emosi. Misalnya, saat Charlie dan temantemannya meluncur di sungai cokelat,
kamera bergerak cepat mengikuti mereka, menciptakan sensasi kecepatan dan
kegembiraan. Selain itu, close-up pada ekspresi wajah karakter menyoroti reaksi
mereka terhadap situasi, menambah kedalaman emosional pada cerita.
c. Komposisi
Komposisi dalam setiap adegan sangat diperhatikan.
Penempatan karakter dalam bingkai sering menciptakan kontras kuat. Misalnya,
saat Charlie berdiri dekat Willy Wonka, komposisi sering menunjukkan jarak
fisik yang mencerminkan perbedaan status sosial mereka. Komposisi yang cermat
ini membantu menyampaikan tema dan hubungan antar karakter. Dalam adegan saat
karakter lain menghadapi konsekuensi dari tindakan mereka, komposisi sering
menunjukkan mereka terasing, menekankan tema isolasi dan penyesalan.
4. Editing
Penyuntingan dalam film ini berfungsi untuk mengatur
ritme dan alur cerita, serta menciptakan transisi yang mulus antara adegan.
a. Transisi
Transisi antara adegan sering dilakukan dengan cara
kreatif. Misalnya, transisi dari dunia nyata ke dunia pabrik dilakukan dengan
efek visual menarik, seperti perubahan warna atau bentuk. Ini membantu
menciptakan perasaan bahwa penonton masuk ke dunia berbeda dan fantastis.
Transisi ini juga menciptakan ritme yang menyenangkan, menjaga perhatian
penonton dan membuat mereka merasa terlibat.
5. Tema dan Pesan
Melalui semua elemen sinematik ini, "Charlie and
the Chocolate Factory" menyampaikan tema dan pesan yang mendalam. Film ini
mengajarkan bahwa kebaikan hati akan dihargai, sementara sifat buruk akan
mendapatkan konsekuensi. Karakter yang serakah mengalami nasib buruk, sementara
Charlie yang baik hati dan sederhana akhirnya mendapatkan hadiah terbesar.
Film ini juga menyoroti pentingnya keluarga dan
persahabatan. Hubungan antara Charlie dan kakeknya, serta interaksi dengan
teman-temannya, menunjukkan bahwa cinta dan dukungan keluarga adalah hal yang
paling berharga. Di dunia yang penuh keserakahan dan materialisme, film ini
mengingatkan kita akan nilai-nilai yang lebih dalam dan penting.
Kesimpulan
Dari Cerita "Charlie and the Chocolate
Factory" kita tau bahwa kebaikan hati, kesederhanaan, dan nilai-nilai
keluarga lebih penting daripada kekayaan. Petualangan Charlie menunjukkan bahwa
karakter dan perilaku menentukan Nasib, Meski berasal dari latar belakang
miskin, sikap baik Charlie membawanya pada keberuntungan.

Komentar
Posting Komentar